Translate

Minggu, 08 September 2013

METODE DAN TEKNIK PENYULUHAN


Metode adalah cara penyampaian suatu materi kepada sasaran melalui media tertentu agar materi tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.  Sedangkan teknik adalah keputusan-keputusan yang dibuat penyampai atau sumber dalam memilih dan menata simbol beserta isi pesan, penentuan cara dan frekuensi pesan serta menentukan bentuk penyajian.
Tujuan dalam pemilihan metode penyuluhan adalah agar penyuluh dalam melakukan penyuluhan berhasil guna serta perubahan yang dikehendaki penyuluh dapat berdaya guna. Tanpa pemilihan metode yang tepat, maka penyuluhan akan kurang berarti bahkan dapat gagal dalam melakukan perubahan pada sasaran. Contoh = Metode Anjangsana Individu kita pakai metode ceramah
Dalam penyuluhan tujuan yang ingin dicapai adalah agar sasaran dapat bertani lebih baik (better farming), bertani yang menguntungkan (better business), hidup lebih sejahtera (better living), membentuk masyarakat yang lebih sejahtera (better comunity) dan lingkungan yang terjamin kelestariannya (better environment).
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu diperhatikan metode yang tepat berkaitan dengan indera manusia.
Hasil peneliian Socony Vacuum Oil Co menyebutkan bahwa materi yang diterima oleh manusia akan melalui indera;
penglihatan                  =83 %
pendengaran                =11 %
penciuman                   = 3,5 %
Peraba                         = 1,5%
Pengecap                     = 1 %
Contoh = teori dan praktek harus jalan agar lebih paham jgn hny teori saja
Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa penglihatan terhadap benda yang menjadi obyek penyuluhan  sangat berarti. Praktek pembuatan criping pisang akan lebih berdaya guna dibandingkan ceramah membuat criping pisang.
Tahapan adopsi inovasi yaitu;
Tahap sadar, seseorang sadar bahwa ada ide baru, ada teknologi baru dan mereka merasa perlu untuk mempelajarinya.
Tahap minat, mereka setelah ada kesadaran untuk mempelajari kemudia ada minat untuk mempelajari dengan mencari informasi keberbagai sumber.
Tahap menilai, mereka mulai memperhitungkan untung-rugi menerapkan ide atau teknologi baru tersebut.
Tahap mencoba, karena dalam tahap menilai ternyata  kesimpulannya menguntungkan, maka dilanjutkan dengan mencoba pada skala kecil untuk meyakinkan penerapan ide tersebut karena proses mengalami.
Tahap menerapkan, mereka akhirnya menerapkan ide atau teknologi baru yang telah dicoba dan yakin akan hasil yang lebih menguntungkan. Penerapan ini dilakukan untuk setiap usahataninya sampai ada ide baru yang menggantikannya.
Penggolongan penyuluhan pertanian perlu dilakukan agar mempermudah penyuluh melihat dan memilih dalam penerapan sehubungan  dengan pemilihan metode penyuluhan.
Penggolongsn tersebut adalah sebagai berikut;
1. Berdasarkan jumlah sasaran
            Penggolongan berdasarkan jumlah sasaran dibagi menjadi tiga, individu, kelompok dan massal. 
Penyuluhan secara individu berarti penyuluh dalam memberikan penyuluhan  berhubungan langsung/tak langsung  dengan satu atau dua orang sasaran. Penyuluhan secara individu misalnya dengan kunjungan penyuluh ke rumah atau tempat usahatani, surat, telepon, dan sebagainya. Sedangkan secara kelompok berarti penyuluh  menyampaikan materi kepada kelompok. Pengertian kelompok adalah sasaran terorganisasi  dengan jumlah 3 sampai jumlah tertentu yang diketahui jumlahnya.Terjadi interaksi atau umpan balik antara penyampai dengan sasaran dengan baik. Contoh metode ini adalah kursus tani, pertemuan kelompok, demontrasi, temukarya dan sebagainya. Sedangkan penyuluhan secara massal adalah penyampaian materi dengan jumlah sasasaran banyak yang tidak dapat diketahui jumlahnya dan tidak terjadi umpan balik antara penyampai dengan sasaran. Misalnya pemutaran film di lapangan, penyebaran/penempelan  poster di papan pengumuman, siaran radio dan sebagainya. Kita tidak tahu jumlah orang yang telah membaca poster,   orang yang mendengarkan radio, dan sebagainya. Demikian pula kita tidak mendapatkan umpan balik dari orang yang telah mendengarkan radio, membaca poster dan sebagainya. Antar pengelompokan ini sebenarnya mempunyai keruntutan  kegiatan, yaitu dari penyelenggaraan secara massal ditindaklanjuti secara kelompok dan selanjutnya secara individu.
Terdapat hubungan yang signifikan antara  tingkat adopsi, pendekatan sasaran dan metode adalah sebagai berikut  :
1). Tingkat adopsi Sadar, pendekatan sasaran adalah massal, maka metode yang dipilih adalah  siaran radio, pemutaran film, TV, folder, dsb.
2). Tingkat adopsi minat dan menilai, pendekatan adalah kelompok, sedangkan metode yang dipilih adalah diskusi kelompok, kursus tani, temu karya, dan sebagainya
3). Tingkat adopsi mencoba dan menerapkan, pendekatan individu, sedangkan metode yang dipilih adalah kunjungan kerumah, telepon, surat dsb.
Gambaran umum ini akan membantu menentukan metode atas dasar tingkat adopsi  dan  tingkat pendekatan sasaran.
Demontrasi cara harus memperhatikan :
Pengertiannya
Untung dan ruginya
Hambatanya
Dukungan
Alat/bahan
Cara tanam
Lahan
Gabah
2. Berdasarkan indera
   Pembagian ini dikelompok menjadi indera penglihatan dan pendengaran serta gabungan keduanya. Pengelompokan ini memang relatif kurang banyak digunakan oleh penyuluh, dan lebih banyak  menggunakan pengelompok jumlah sasaran.
3. Berdasarkan teknik komunikasi
   Penggolongan berdasarkan teknik berkomunikasi dibagi menjadi dua yaitu langsung dan tidak langsung. Langsung berarti penyuluh bertatap muka langsung dengan sasaran, misalnya pada pertemuan kelompok, temu usaha dan sebagainya. Penyuluhan secara tidak langsung adalah bila antara penyuluh dengan sasaran tidak bertatap muka, misalnya penyuluhan melalui siaran radio, TV, media cetak dan sebagainya.
            Pemilihan metode penyuluhan perlu dipertimbangkan  agar tujuan yang akan dicapai berhasil, artinya berdaya guna dan berhasil guna yang tinggi. Dasar pertimbangan tersebut adalah;
Keadaan sasaran
Kemampuan penyuluh
Keadaan daerah atau wilayah
Biaya dan sarana
Kebijakan pemerintah
Materi
1.       Keadaan sasaran
Keadaan sasaran perlu diketahui terlebih dahulu menyangkut tingkat pendidikan, tingkat ketrampilan, sikap, dan keadaan sosial budaya. Tingkat pendidikan biasanya dilihat pendidikan formal (SD, SLTP, dsb) sehingga akan menggambarkan tingkat pengetahuan sasaran. Semakin tinggi pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula tingkat pengetahuan dan tingkat wawasan,  yang akan membawa konskeunsi semakin tinggi pula tingkat penguasaan emosionalnya. Dengan demikian bila tingkat pendidikan sudah tinggi, metode penyuluhan apaun yang dipakai tidak masalah. Namun bila tingkat pendidikan rendah, metode yang dipakai harus menyesuaikan agar sasaran mudah memahami. Tingkat ketrampilan sasaran akan menggambarkan tingkat pengalaman, sehingga akan diketahui tingkat  kegiatan khususnya praktek yang telah diikuti. Hal ini penting kaitannya dengan metode yang memakai praktek, sehingga akan mudah melakukan bila sasaran sudah biasa dengan praktek. Bagi sasaran yang belum pernah praktek, akan merasa canggung atau sulit melakukan praktek.
Sikap sasaran akan menentukan mendukung atau tidak mendukung kegiatan penyuluhan. Hal ini penting karena akan menentukan kelancaran kegiatan penyuluhan. Bila sasaran mendukung, kegiatan akan lancar bahkan bila ada kesulitan sasaran dengan ringan akan membantu.Tetapi bila ada yang tidak mendukung, maka hal yang mudah kadang-kadang akan menjadi sulit.
            Sosial budaya akan menggambarkan kebiasaan sasaran dalam hidup sehari-hari dilihat dari banyak sisi antara lain keadaan sosial akan menggambarkan kelembagaan/organisasi yang ada, klasifikasi masyarakat, tingkat ekonomi, jenis pekerjaan, penerapan kepercayaan, perilaku yang berkaitan dengan adat istiadat dan sebagainya.
2.       Kemampuan penyuluh
Kemampuan penyuluh akan menentukan tingkat keberhasilan dalam penyuluhan, karena menyangkut tingakat penguasaan materi, keahlian penerapan metode, pemilihan media, penguasaan sasaran, kepandaian berkomunikasi, dan sebagainya. Karena Penyuluh adalah sebagai penyampai materi, maka dituntut menguasai banyak hal seperti diatas. Penyuluh mempunyai peran yang strategis yaitu sebagai fasilitator, organisator, dinamisator dan sebagainya. Sebagai fasilitator penyuluh harus mampu berperan memberi pelayanan sebagai jembatan antara sasaran dengan pihak lain yang dikehendaki. Sasaran mempeunyai kepentingan dengan pihak lain, namun belum mampu melakukan karena terbatasnya informasi, jaringan, kolega dan sebagainya sehingga penyuluh menjembatani dengan membuka jalan agar sasaran dapat berhubungan dengan pihak lain. Sebagai dinamisator, penyuluh berperan agar sasaran bersifat dinamis artinya selalu mengikuti perkembangan keadaan yang ada sehingga kelompok sasaran atas peran penyuluh tetap berkeinginan maju. Semakin tambah hari, maka banyak hal yang berubah atau ada perkembangan misalnya masalah  telekomonikasi, informasi pasar, sarana,  kebijakan, politik, hukum dan sebagainya  yang perlu diketahui oleh sasaran. Sebagai organisator, penyuluh adalah mitra kelompok tani yang telah terhimpun dalam organisasi. Penyuluh berperan membentuk dan membesarkan organisasi.misalnya  masalah manajemen, administrasi kelompok, keanggotaan, keuangan, kerjasama, dan sebagainya.
            Uraian tersebut adalah semacam tuntutan yang harus dimiliki penyuluh, namun berkaitan dengan metode yang akan ditetapkan harus melihat tingkat pendidikan, pelatihan yang pernah diikuti, tingkat pengalaman, bidang yang ditekuni, usia, jenis kelamin, transportasi, biaya,  dan sebagainya.
            Gambaran di lapangan bahwa kemampuan penyuluh beragam dan kondisi juga berbeda-beda. Ketika ada kegiatan penyuluhan malam hari dengan tempat yang agak jauh dengan medan yang relatif sulit dan biasanya berakhir larut malam,  maka akan kurang tepat bila yang memberikan penyuluhan adalah penyuluh putri.  Contoh lain penyuluh yang masih “ baru ”, memberikan penyuluhan pada pertemuan kelompok kontak tani yang mereka relatif memiliki segudang pengalaman. Hal ini pernah terjadi sehingga penyuluh “ baru “ merasa tidak nyaman dan sasaran juga kecewa karena mitranya kurang memadai. Ternyata pengalaman atau “jam terbang” memberikan arti penting dalam proses  di penyuluhan. Akan sangat terlihat sewaktu diskusi, bagi penyuluh senior relatif mudah menguasai audien sehingga pengelolaan sasaran ada ditangan penyuluh, tetapi bagi penyuluh “baru” sulit mengelola sasaran. Namun demikian penyuluh “baru” tetap mencari pengalaman dengan magang pada penyuluh senior.
            Tingkat pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti akan membantu dalam penguasaan materi, karena dalam proses penyuluhan penguasaan materi adalah kunci utama. Tingkat pendidikan dan pelatihan yang memadai akan membuat percaya diri bagi penyuluh dan mendukung suksesnya penyuluhan.
3.       Keadaan daerah atau wilayah
Keadaan daerah adalah sangat kompleks yang berkaiatan dengan penyuluhan yaitu keadaan topografi, usahatani, musim, pasar, sarana, peralatan, dan sebagainya. Data-data lapangan akan membantu penetapan metode penyuluhan sehingga akan lancar. Contoh berkaitan dengan musim, akan dilakukan demontrasi penggunaan traktor pengolah tanah sawah, sedangkan pada daerah yang bersangkutan kering pada musim kemarau. Oleh karena itu demontrasi  dapat dilakukan pada musim hujan. Penyuluhan dengan materi budidaya tembakau, padahal daerah tersebut tidak cocok iklimnya.
Berkaitan dengan usahatani, petani adalah peternak burung puyuh, sedang materi yang diberikan adalah cara mengatasi penyakit unggas atau cara membuat pakan burung puyuh. Bila demikian akan berhasil dan dukungan sasaran tinggi.
4.       Biaya dan sarana
Biaya akan menentukan keberhasilan penyuluhan, karena setiap penyuluhan apapun keadaannya pasti memerlukan biaya. Penyuluhan dengan praktek biasanya akan memerlukan biaya yang tinggi, sedangkan  dengan pertemuan kelompok dengan cara ceramah dan diskusi  relatif murah. Demikian juga sarana, dengan ceramah dan diskusi cukup dengan kertas koran dan spidol serta lem. Tetapi demontrasi pembuatan criping pisang harus ada pisau, nampan, wajan, kompor, minyak, pisang dan sebagainya.  Oleh karena itu setiap menentukan metode yang akan dipilih biaya dan sarana harus dipertimbangkan.
5.  Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah baik pusat ataupun daerah perlu disimak untuk ditindak lanjuti dalam oprasional penyuluhan. Ketika pemerintah mempunyai kebijakan pengaturan musim tanam berkaitan dengan ketersediaan air di musim kemarau, penyuluh dapat memberikan informasi kebijakan ini kepada sasaran sehingga metode penyuluhan juga akan menyesuaikan. Metode yang digunakan menjelaskan materi ini dapat ceramah dan diskusi, atau cara lain yang memadai.
6.   Materi
Materi adalah kunci dalam keberhasilan penyuluhan, oleh karena  itu harus dipertimbangkan tingkat kesulitan, keuntungan, kerumitan, kepraktisan, kesesuaian, kesinambungan dan sebagainya. Bila materi ternyata sulit, penyuluh dapat merekayasa menjadi mudah diterima petani. Contoh penggunaan urea briket  bila disampaikan dengan ceramah, sulit petani menerima.  Oleh karena itu harus dengan praktek yaitu demontrasi cara.  Sisi lain bila materi memberikan keuntungan yang tidak memadai, maka berkaitan dengan metode apapun yang digunakan akan tidak diterima.
Bila dalam penyuluhan penyuluh berkeinginan sasaran untuk sampai pada tingkat mengetahui maka dengan metode ceramah, diskusi akan tercapai. Tetapi bila diharapkan sasaran sampai pada tingkat terampil, maka dengan ceramah atau diskusi tidak akan tercapai tujuannya. Sasaran akan terampil bila melakukan kegiatan nyata yaitu praktek. Metode yang melakukan praktek harus didata kemudian atas dasar pertimbangan yang lain baru ditetapkan.
Materi penyuluhan yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan sasaran. Oleh karena itu, agar memenuhi kebutuhan sasaran, materi penyuluhan yang dipilih harus mempunyai minimal sepuluh syarat berikut:
1. Profitable, memberikan keuntungan yang nyata kepada sasaran.
2.Complementer, dapat mengisi kegiatan-kegiatan komplementer dari kegiatan yang ada sekarang. 
3.Compatibility, tidak boleh bertentangan dengan adat-istiadat dan kebudayaan masyarakat sasaran.
4.      Simplicity, sederhana, mudah dilaksanakan, tidak memerlukan skill yang terlalu tinggi.
5.      Availability, pengetahuannya, biaya, sarana yang diperlukan dapat disediakan oleh sasaran.
6.      Immediate aplicability, dapat dimanfaatkan dan segera memberikan hasil yang nyata.
7.      In expensiveness, tidak memerlukan ongkos tambahan yang terlalu besar.
8.      Law risk, tidak mempunyai risiko yang besar dalam penerapannya.
9.      Spectaculer impact, dampak dari penerapannya menarik dan menonjol.
10.  Expandible, dapat dilakukan dalam berbagai keadaan dan mudah diperluas dalam kondisi yang berbeda-beda.
Inovasi yang selayaknya dianjurkan kepada sasaran penyuluhan pertanian hendaknya  memenuhi  dua  golongan   persyaratan   yaitu: 1) syarat utama dan 2)  syarat tambahan.
1. Syarat Utama
a)Ekonomis menguntungkan: Beberapa komponen pendukung aspek ekonomis yang dinyatakan menguntungkan yaitu: 1) hasilnya cukup menonjol (spectacular impact), 2) mengandung risiko yang rendah (low risk), misaInya tidak cepat busuk, dan 3) hanya memerlukan ongkos tambahan yang kecil (in extensiveness). 
b) Teknis memungkinkan:  Secara teknis inovasi yang dianjurkan hendaknya memberi peluang yang tinggi untuk dilaksanakan.  Beberapa komponen pendukung aspek teknis yang memberi peluang tinggi untuk dilaksanakan, yaitu: 1) mudah dipraktikkan (expandable), 2) cepat dapat dimanfaatkan (immediate applicability), dan 3) sederhana (simplecity) yaitu tidak rumit dan tidak memerlukan skill yang tinggi.
c)      Sosiologis dapat dipertanggungjawabkan: Dipandang dari aspek sosiologis, inovasi yang dianjurkan hendaknya tidak bertentangan dengan norma-norma budaya yang hidup di masyarakat dan tidak bertentangan dengan akidah agama yang dianut oleh sasaran penyuluhan pertanian.
2.      Syarat Tambahan
Terdapat dua syarat lain untuk memenuhi kategori pesan yang baik, yaitu:
a)    Saling mengisi (complementer), yaitu mengisi atau menambah kegiatan-kegiatan yang biasa dilaksanakan sehingga mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada;
b)     Tersedia (availability) yaitu teknologi tersebut masih dalam jangkauan petani.
Informasi yang diperoleh masih harus diuji terlebih dahulu minimal memenuhi hal-hal sebagai berikut:
1)   dapat dilaksanakan secara teknis ;
2)   memiliki kelayakan atau keuntungan secara ekonomi;
3)   dapat diterima oleh kondisi sosial atau adat-istiadat/agama/kepercayaan setempat;
4)   tidak berpotensi merusak lingkungan sehingga mampu menciptakan better living, better farming, better business, better community, dan better environment.
Bahan atau materi penyuluhan yang "siap pakai" adalah yang berasal dari:
1)     praktik kerja petani lain dalam wilayah setempat yang telah menunjukkan hasil yang lebih baik secara teknis dan atau ekonomis;
2)     hasil demonstrasi atau pengujian lokal yang telah dilaksanakan di wilayah setempat;
3)     praktik kerja usaha tani petani lain di wilayah lain yang mempunyai kondisi teknis, dan sosial-ekonomi serupa.
Sehubungan dengan hasil pengujian yang akan dipakai sebagai bahan atau materi penyuluhan, perlu diingat bahwa pengujian tersebut adalah merupakan pengujian yang telah disesuaikan dengan kondisi lokal (local verification trials).  Di samping itu, pengujian-pengujian tersebut harus benar-benar dilaksanakan berdasarkan pertimbangan: tepat lokasi, tepat waktu, dan tepat pengelolaannya. Selain dari hasil pengujian, saat ini materi penyuluhan pertanian dapat diperoleh melalui berbagai sumber antara lain lembaga penelitian dan pengembangan, internet, perguruan tinggi, TV/radio, koran, balai penyuluhan pertanian, perpustakaan, ahli/pakar, petani, penyuluh, dan dinas-dinas terkait.
Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, materi penyuluhan pertanian yang dibuat harus berdasarkan kebutuhan dan kepentingan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian lainnya dengan memperhatikan pemanfaatan dan pelestarian sumber daya pertanian. Selain itu, materi penyuluhan pertanian yang berasal dari berbagai sumber yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertanian lainnya harus diverifikasi terlebih dahulu oleh instansi yang berwenang di bidang penyuluhan pertanian.  Verifikasi materi penyuluhan pertanian tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerugian sosial ekonomi, lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.  Materi penyuluhan pertanian yang belum diverifikasi dilarang untuk disampaikan kepada petani dan pelaku usaha pertanian lainnya. Materi penyuluhan yang bersifat teknologi tertentu (misalnya teknologi rekayasa genetik, teknologi perbenihan, dan teknologi pengendalian hama/penyakit), yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha harus mendapat rekomendasi dari  lembaga pemerintah (Pasal 28, UU SP3K).
Apabila penyuluh sengaja atau lalai dan tidak mengindahkan hal di atas, sehingga menimbulkan kerusakan pada lingkungan hidup atau menganggu kesehatan  dan ketentraman batin masyarakat, sampai menimbulkan kerugian ekonomi, akan diberi sanksi berupa sanksi administratif atau sanksi pidana (Pasal 35 dan 36 UU SP3K).

PEMILIHAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN
 1. Alasan Pemilihan
            Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda, demikian juga tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda, sehingga perlu ditetapkan suatu metode penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. Tahap perkembangan mental seseorang dapat digolongkan dalam tahap penumbuhan pertanian, tahap penumbuhan minat, tahap menilai, tahap mencoba dan tahap menerapkan.
2. Tujuan Pemilihan
            Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian dengan pemilihan metode yang tepat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya.
3.Dasar-Dasar Pertimbangan Pemilihan
            Pertimbangan yang digunakan dapat digolongkan menjadi empat yaitu sasaran, sumberdaya, keadaan daerah, dan kebijaksanaan pemerintah.
4. Sasaran
            Yang harus diperhatikan penyuluh dari segi sasaran antara lain:
a.       Tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap sasaran
Tahap penerapan dari petani di suatu daerah bermacam-macam, demikian juga kecepatan, keterampilan dan sikap yang telah mereka miliki. Penyuluh harus mengetahui dalam tahap mana sebagian besar dari sasaran itu berada. Setelah itu harus menghubungkannya dengan tujuan yang akan dicapai. Hal ini penting untuk dapat menentukan metode mana yang paling tepat.
Sosial budaya
Penyuluh harus mengetahui adat kebiasaan sasaran, norma-norma yang berlaku dan status kepemimpinan yang ada. Hal ini penting bukan saja dalam pemilihan metode penyuluhan tetapi juga dalam menentukan teknik-teknik penyuluhannya. Contoh: ada suatu daerah yang melarang melakukan pemutaran film pada malam Jumat.
Banyaknya sasaran yang hendak dicapai oleh seorang penyuluh pada suatu waktu tertentu akan menentukan metode penyuluhan pertanian yang akan dicapai.
5. Sumberdaya Penyuluhan
            Yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini antara lain:
Kemampuan penyuluh
Pengalaman dan kemampuan penyuluh yang meliputi penguasaan ilmu dan keterampilan serta sikap yang dimilikinya perlu dipertimbangkan.
Materi penyuluhan
Dalam menerapkan suatu metode penyuluhan perlu diperhatikan materi yang akan disampaikan. Untuk yang bersifat teknis biasanya dipilih metode yang memungkinkan adanya praktek di lapangan dan untuk materi yang bersifat non teknis, misalnya agar petani mau berkelompok dan mau memasarkan hasil usahanya, biasanya dipilih metode diskusi kelompok.
Sarana dan biaya penyuluhan
Keadaan peralatan alat-alat bantu pengajaran yang dipunyai, fasilitas yang ada serta biaya yang tersedia akan menentukan dalam pemilihan metode penyuluhan.
Contoh :
1)      Seandainya disuatu daerah belum ada listrik dan bahkan letaknya sukar untuk dicapai, maka daerah tersebut sulit untuk diadakan penyuluhan melalui pemutaran film walaupun biasanya cara ini bisa memberikan hasil  yang efektif.
2)      Karena keterbatasan biaya maka penyuluh pertanian akan memilih metode diskusi kelompok daripada kursus tani, yang pada pelaksanaannya akan membutuhkan biaya yang relatif besar.
6. Keadaan Daerah
Dalam pemilihan metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan, antara lain:
 a.       Musim
Pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya, ada yang panas sekali, ada yang tidak terlalu panas, ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa, sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani.
Apabila  pada suatu keadaan tertentu tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya suatu proses produksi maka tentu tidak akan diadakan penyuluhan di tempat usaha tani seperti demonstrasi, sehingga dalam hal ini akan lebih memungkinkan untuk diadakan pertemuan di rumah petani.
b.      Keaadaan Usaha Tani
Musim sangat erat hubungannya dengan kedaan usaha tani, maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. Misalnya untuk mengintensifkan ternak unggas disuatu daerah maka dipilih metode demonstrasi, sedangkan untuk tujuan introduksi diterapkan metode karya wisata ke tempat lain.
c.       Keadaan Lapangan
Keadaan lapangan seperti topografi, jenis tanah, sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. Contoh: untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya.
7. Kebijaksanaan Pemerintah
            Kebijaksanaan pemerintah yang berasal dari pusat atau daerah kadang-kadang menentukan dalam pemilihan metode penyuluhan. Pendekatan intensifikasi secara massal dan crash program memerlukan waktu yanmg relatif cepat daripada pendekatan perorangan yang pada dasarnya akan membutuhkan waktu relatif  lebih lama.
8. Langkah-Langkah Pemilihan
1. Menghimpun dan Menganalisa data
a.       Sasaran
1)     Golongan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah masing-masing golongan dan keseluruhan.
2)     Adat kebiasaan, norma-norma dan pola kepemimpinan.
3)     Bentuk-bentuk usaha tani sasaran.
4)     Kesediaan mereka sebagai demonstrator dan jumlah petani maju.
b.      Penyuluh dan kelengkapannya
1)     Kemampuan penyuluh, jumlah penyuluh, pengetahuan dan keterampilan penyuluh.
2)     Materi penyuluhan/pesan.
3)     Sarana dan prasarana penyuluhan.
4)     Biaya yang ada.
c.       Keadaan daerah dan kebijaksanaan pemerintah
1)     Musim/iklim.
2)     Keadaan lapangan (topografi), jenis tanah, sistem pengairan dan pertanaman
3)     Perhubungan jalan, listrik dan telepon
4)     Kebijaksanaan pemerintah pusat, daerah dan setempat
Kegiatan selanjutnya adalah menetapkan sasaran dengan menganalisa dari sebagaian besar data dasar tersebut. Apabila tahap penerapan sasaran sudah disiapkan dalam rangka penyusunan programa maka langkah berikutnya adalah mencoba menetapkan alternatif metode penyuluhan.
2 Menetapkan Alternatif Metode Penyuluhan Pertanian
      Pemilihan metode penyuluhan pertanian secara umum adalah sebagai berikut:
a.       Metode–metode dengan pendekatan massal dipergunakan untuk menarik perhatian, menumbuhkan minat dan keinginan serta memberikan informasi selanjutnya.
b.      Metode-metode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ke tahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan.
c.       Metode-metode dengan pendekatan perorangan, biasanya sangat berguna dalam tahap mencoba hingga menerapkan, karena adanya hubungan tatap muka antara penyuluh dan sasaran yang lebih akrab. Di sini perlu diperhatikan oleh penyuluh, bahwa metode pendekatan perorangan itu dilakukan apabila sasaran sudah hampir sampai ke tahap mencoba dan bersedia mencoba yang tentunya memerlukan bimbingan untuk memantapkan keputusannya.
d.      Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya. Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki, maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal.
3. Menetapkan Metode Penyuluhan Pertanian
Setelah penyuluh pertanian menetapkan alternatif metode penyuluhan, barulah ia pikirkan dengan matang-matang apakah metode-metode itu dapat dilaksanakan dan cocok dengan lapangan dan sasaran
Bagi penyuluh pertanian yang sudah lama atau sudah berpengalaman di daerah itu, tentu tahapan ini akan mudah baginya dan langsung dapat memilih metode yang cocok. Dalam melaksanakan demonstrasi misalnya ia harus menentukan lokasi demonstrasi dan siapa diantara sasaran yang bersedia menjadi demonstratornya.
Dalam mencapai suatu tujuan perlu dilaksanakan pemecahannya dengan kombinasi metode tertentu. Pertimbangan-pertimbangan tentang musim, keadaan usaha tani, permasalahan di lapangan, fasilitas, sasaran penyuluhan yang telah dikemukakan terdahulu, sangat diperlukan dalam menetapkan kombinasi metode penyuluhan pertanian. Pertimbangan-pertimbangan ini akan menghasilkan pemilihan satu atau lebih metode penyuluhan. Apabila lebih dari satu metode penyuluhan yang tepilih, maka pelaksanaannya dapat dilakukan sebagai berikut:
a.       Pengulangan
Misalnya kursus tani I diulangi dengan kursus tani II dan seterusnya dengan materi berlanjut.
b.      Urutan
Misalnya kursus tani diikuti karyawisata, perlombaan dan lain-lain.
c.       Kombinasi
Misalnya pada waktu demonstrasi usahatani sekaligus dilaksanakan lomba antar peserta, dan publikasi hasil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar