Metode adalah cara penyampaian suatu
materi kepada sasaran melalui media tertentu agar materi tersebut diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan
teknik adalah keputusan-keputusan yang dibuat penyampai atau sumber dalam memilih
dan menata simbol beserta isi pesan, penentuan cara dan frekuensi pesan serta
menentukan bentuk penyajian.
Tujuan dalam pemilihan metode
penyuluhan adalah agar penyuluh dalam melakukan penyuluhan berhasil guna serta
perubahan yang dikehendaki penyuluh dapat berdaya guna. Tanpa pemilihan metode
yang tepat, maka penyuluhan akan kurang berarti bahkan dapat gagal dalam
melakukan perubahan pada sasaran. Contoh = Metode Anjangsana Individu kita
pakai metode ceramah
Dalam penyuluhan tujuan yang ingin
dicapai adalah agar sasaran dapat bertani lebih baik (better farming), bertani
yang menguntungkan (better business), hidup lebih sejahtera (better living),
membentuk masyarakat yang lebih sejahtera (better comunity) dan lingkungan yang
terjamin kelestariannya (better environment).
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu
diperhatikan metode yang tepat berkaitan dengan indera manusia.
Hasil peneliian Socony Vacuum Oil Co
menyebutkan bahwa materi yang diterima oleh manusia akan melalui indera;
penglihatan =83 %
pendengaran =11 %
penciuman = 3,5 %
Peraba = 1,5%
Pengecap = 1 %
Contoh = teori dan praktek harus jalan
agar lebih paham jgn hny teori saja
Hasil tersebut memberikan gambaran
bahwa penglihatan terhadap benda yang menjadi obyek penyuluhan sangat berarti. Praktek pembuatan criping
pisang akan lebih berdaya guna dibandingkan ceramah membuat criping pisang.
Tahapan adopsi inovasi yaitu;
Tahap sadar, seseorang sadar bahwa ada
ide baru, ada teknologi baru dan mereka merasa perlu untuk mempelajarinya.
Tahap minat, mereka setelah ada
kesadaran untuk mempelajari kemudia ada minat untuk mempelajari dengan mencari
informasi keberbagai sumber.
Tahap menilai, mereka mulai
memperhitungkan untung-rugi menerapkan ide atau teknologi baru tersebut.
Tahap mencoba, karena dalam tahap
menilai ternyata kesimpulannya
menguntungkan, maka dilanjutkan dengan mencoba pada skala kecil untuk
meyakinkan penerapan ide tersebut karena proses mengalami.
Tahap menerapkan, mereka akhirnya
menerapkan ide atau teknologi baru yang telah dicoba dan yakin akan hasil yang
lebih menguntungkan. Penerapan ini dilakukan untuk setiap usahataninya sampai
ada ide baru yang menggantikannya.
Penggolongan penyuluhan pertanian
perlu dilakukan agar mempermudah penyuluh melihat dan memilih dalam penerapan
sehubungan dengan pemilihan metode
penyuluhan.
Penggolongsn tersebut adalah sebagai
berikut;
1. Berdasarkan jumlah sasaran
Penggolongan berdasarkan jumlah
sasaran dibagi menjadi tiga, individu, kelompok dan massal.
Penyuluhan secara individu berarti
penyuluh dalam memberikan penyuluhan
berhubungan langsung/tak langsung
dengan satu atau dua orang sasaran. Penyuluhan secara individu misalnya
dengan kunjungan penyuluh ke rumah atau tempat usahatani, surat, telepon, dan
sebagainya. Sedangkan secara kelompok berarti penyuluh menyampaikan materi kepada kelompok.
Pengertian kelompok adalah sasaran terorganisasi dengan jumlah 3 sampai jumlah tertentu yang
diketahui jumlahnya.Terjadi interaksi atau umpan balik antara penyampai dengan
sasaran dengan baik. Contoh metode ini adalah kursus tani, pertemuan kelompok,
demontrasi, temukarya dan sebagainya. Sedangkan penyuluhan secara massal adalah
penyampaian materi dengan jumlah sasasaran banyak yang tidak dapat diketahui
jumlahnya dan tidak terjadi umpan balik antara penyampai dengan sasaran.
Misalnya pemutaran film di lapangan, penyebaran/penempelan poster di papan pengumuman, siaran radio dan
sebagainya. Kita tidak tahu jumlah orang yang telah membaca poster, orang yang mendengarkan radio, dan
sebagainya. Demikian pula kita tidak mendapatkan umpan balik dari orang yang
telah mendengarkan radio, membaca poster dan sebagainya. Antar pengelompokan
ini sebenarnya mempunyai keruntutan
kegiatan, yaitu dari penyelenggaraan secara massal ditindaklanjuti
secara kelompok dan selanjutnya secara individu.
Terdapat hubungan yang signifikan
antara tingkat adopsi, pendekatan
sasaran dan metode adalah sebagai berikut
:
1). Tingkat adopsi Sadar, pendekatan
sasaran adalah massal, maka metode yang dipilih adalah siaran radio, pemutaran film, TV, folder,
dsb.
2). Tingkat adopsi minat dan menilai,
pendekatan adalah kelompok, sedangkan metode yang dipilih adalah diskusi
kelompok, kursus tani, temu karya, dan sebagainya
3). Tingkat adopsi mencoba dan
menerapkan, pendekatan individu, sedangkan metode yang dipilih adalah kunjungan
kerumah, telepon, surat dsb.
Gambaran umum ini akan membantu
menentukan metode atas dasar tingkat adopsi
dan tingkat pendekatan sasaran.
Demontrasi cara harus memperhatikan :
Pengertiannya
Untung dan ruginya
Hambatanya
Dukungan
Alat/bahan
Cara tanam
Lahan
Gabah
2. Berdasarkan indera
Pembagian ini dikelompok menjadi indera penglihatan dan pendengaran
serta gabungan keduanya. Pengelompokan ini memang relatif kurang banyak
digunakan oleh penyuluh, dan lebih banyak
menggunakan pengelompok jumlah sasaran.
3. Berdasarkan teknik komunikasi
Penggolongan berdasarkan teknik berkomunikasi dibagi menjadi dua yaitu
langsung dan tidak langsung. Langsung berarti penyuluh bertatap muka langsung
dengan sasaran, misalnya pada pertemuan kelompok, temu usaha dan sebagainya.
Penyuluhan secara tidak langsung adalah bila antara penyuluh dengan sasaran
tidak bertatap muka, misalnya penyuluhan melalui siaran radio, TV, media cetak
dan sebagainya.
Pemilihan metode penyuluhan perlu
dipertimbangkan agar tujuan yang akan
dicapai berhasil, artinya berdaya guna dan berhasil guna yang tinggi. Dasar
pertimbangan tersebut adalah;
Keadaan sasaran
Kemampuan penyuluh
Keadaan daerah atau wilayah
Biaya dan sarana
Kebijakan pemerintah
Materi
1. Keadaan sasaran
Keadaan sasaran perlu diketahui terlebih
dahulu menyangkut tingkat pendidikan, tingkat ketrampilan, sikap, dan keadaan
sosial budaya. Tingkat pendidikan biasanya dilihat pendidikan formal (SD, SLTP,
dsb) sehingga akan menggambarkan tingkat pengetahuan sasaran. Semakin tinggi
pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula tingkat pengetahuan dan tingkat
wawasan, yang akan membawa konskeunsi
semakin tinggi pula tingkat penguasaan emosionalnya. Dengan demikian bila
tingkat pendidikan sudah tinggi, metode penyuluhan apaun yang dipakai tidak
masalah. Namun bila tingkat pendidikan rendah, metode yang dipakai harus
menyesuaikan agar sasaran mudah memahami. Tingkat ketrampilan sasaran akan
menggambarkan tingkat pengalaman, sehingga akan diketahui tingkat kegiatan khususnya praktek yang telah
diikuti. Hal ini penting kaitannya dengan metode yang memakai praktek, sehingga
akan mudah melakukan bila sasaran sudah biasa dengan praktek. Bagi sasaran yang
belum pernah praktek, akan merasa canggung atau sulit melakukan praktek.
Sikap sasaran akan menentukan mendukung
atau tidak mendukung kegiatan penyuluhan. Hal ini penting karena akan
menentukan kelancaran kegiatan penyuluhan. Bila sasaran mendukung, kegiatan
akan lancar bahkan bila ada kesulitan sasaran dengan ringan akan
membantu.Tetapi bila ada yang tidak mendukung, maka hal yang mudah
kadang-kadang akan menjadi sulit.
Sosial budaya akan menggambarkan
kebiasaan sasaran dalam hidup sehari-hari dilihat dari banyak sisi antara lain
keadaan sosial akan menggambarkan kelembagaan/organisasi yang ada, klasifikasi
masyarakat, tingkat ekonomi, jenis pekerjaan, penerapan kepercayaan, perilaku
yang berkaitan dengan adat istiadat dan sebagainya.
2. Kemampuan penyuluh
Kemampuan penyuluh akan menentukan
tingkat keberhasilan dalam penyuluhan, karena menyangkut tingakat penguasaan
materi, keahlian penerapan metode, pemilihan media, penguasaan sasaran,
kepandaian berkomunikasi, dan sebagainya. Karena Penyuluh adalah sebagai
penyampai materi, maka dituntut menguasai banyak hal seperti diatas. Penyuluh
mempunyai peran yang strategis yaitu sebagai fasilitator, organisator,
dinamisator dan sebagainya. Sebagai fasilitator penyuluh harus mampu berperan
memberi pelayanan sebagai jembatan antara sasaran dengan pihak lain yang
dikehendaki. Sasaran mempeunyai kepentingan dengan pihak lain, namun belum
mampu melakukan karena terbatasnya informasi, jaringan, kolega dan sebagainya
sehingga penyuluh menjembatani dengan membuka jalan agar sasaran dapat
berhubungan dengan pihak lain. Sebagai dinamisator, penyuluh berperan agar sasaran
bersifat dinamis artinya selalu mengikuti perkembangan keadaan yang ada
sehingga kelompok sasaran atas peran penyuluh tetap berkeinginan maju. Semakin
tambah hari, maka banyak hal yang berubah atau ada perkembangan misalnya
masalah telekomonikasi, informasi pasar,
sarana, kebijakan, politik, hukum dan
sebagainya yang perlu diketahui oleh
sasaran. Sebagai organisator, penyuluh adalah mitra kelompok tani yang telah
terhimpun dalam organisasi. Penyuluh berperan membentuk dan membesarkan
organisasi.misalnya masalah manajemen,
administrasi kelompok, keanggotaan, keuangan, kerjasama, dan sebagainya.
Uraian tersebut adalah semacam
tuntutan yang harus dimiliki penyuluh, namun berkaitan dengan metode yang akan
ditetapkan harus melihat tingkat pendidikan, pelatihan yang pernah diikuti,
tingkat pengalaman, bidang yang ditekuni, usia, jenis kelamin, transportasi,
biaya, dan sebagainya.
Gambaran di lapangan bahwa
kemampuan penyuluh beragam dan kondisi juga berbeda-beda. Ketika ada kegiatan
penyuluhan malam hari dengan tempat yang agak jauh dengan medan yang relatif
sulit dan biasanya berakhir larut malam,
maka akan kurang tepat bila yang memberikan penyuluhan adalah penyuluh
putri. Contoh lain penyuluh yang masih “
baru ”, memberikan penyuluhan pada pertemuan kelompok kontak tani yang mereka
relatif memiliki segudang pengalaman. Hal ini pernah terjadi sehingga penyuluh
“ baru “ merasa tidak nyaman dan sasaran juga kecewa karena mitranya kurang
memadai. Ternyata pengalaman atau “jam terbang” memberikan arti penting dalam
proses di penyuluhan. Akan sangat
terlihat sewaktu diskusi, bagi penyuluh senior relatif mudah menguasai audien
sehingga pengelolaan sasaran ada ditangan penyuluh, tetapi bagi penyuluh “baru”
sulit mengelola sasaran. Namun demikian penyuluh “baru” tetap mencari
pengalaman dengan magang pada penyuluh senior.
Tingkat pendidikan dan pelatihan yang pernah
diikuti akan membantu dalam penguasaan materi, karena dalam proses penyuluhan
penguasaan materi adalah kunci utama. Tingkat pendidikan dan pelatihan yang
memadai akan membuat percaya diri bagi penyuluh dan mendukung suksesnya
penyuluhan.
3. Keadaan daerah atau wilayah
Keadaan daerah adalah sangat kompleks
yang berkaiatan dengan penyuluhan yaitu keadaan topografi, usahatani, musim,
pasar, sarana, peralatan, dan sebagainya. Data-data lapangan akan membantu
penetapan metode penyuluhan sehingga akan lancar. Contoh berkaitan dengan
musim, akan dilakukan demontrasi penggunaan traktor pengolah tanah sawah,
sedangkan pada daerah yang bersangkutan kering pada musim kemarau. Oleh karena
itu demontrasi dapat dilakukan pada
musim hujan. Penyuluhan dengan materi budidaya tembakau, padahal daerah
tersebut tidak cocok iklimnya.
Berkaitan dengan usahatani, petani
adalah peternak burung puyuh, sedang materi yang diberikan adalah cara
mengatasi penyakit unggas atau cara membuat pakan burung puyuh. Bila demikian
akan berhasil dan dukungan sasaran tinggi.
4. Biaya dan sarana
Biaya akan menentukan keberhasilan
penyuluhan, karena setiap penyuluhan apapun keadaannya pasti memerlukan biaya.
Penyuluhan dengan praktek biasanya akan memerlukan biaya yang tinggi,
sedangkan dengan pertemuan kelompok
dengan cara ceramah dan diskusi relatif
murah. Demikian juga sarana, dengan ceramah dan diskusi cukup dengan kertas
koran dan spidol serta lem. Tetapi demontrasi pembuatan criping pisang harus
ada pisau, nampan, wajan, kompor, minyak, pisang dan sebagainya. Oleh karena itu setiap menentukan metode yang
akan dipilih biaya dan sarana harus dipertimbangkan.
5. Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah baik pusat
ataupun daerah perlu disimak untuk ditindak lanjuti dalam oprasional
penyuluhan. Ketika pemerintah mempunyai kebijakan pengaturan musim tanam
berkaitan dengan ketersediaan air di musim kemarau, penyuluh dapat memberikan
informasi kebijakan ini kepada sasaran sehingga metode penyuluhan juga akan
menyesuaikan. Metode yang digunakan menjelaskan materi ini dapat ceramah dan
diskusi, atau cara lain yang memadai.
6. Materi
Materi adalah kunci dalam keberhasilan
penyuluhan, oleh karena itu harus
dipertimbangkan tingkat kesulitan, keuntungan, kerumitan, kepraktisan,
kesesuaian, kesinambungan dan sebagainya. Bila materi ternyata sulit, penyuluh
dapat merekayasa menjadi mudah diterima petani. Contoh penggunaan urea
briket bila disampaikan dengan ceramah,
sulit petani menerima. Oleh karena itu
harus dengan praktek yaitu demontrasi cara.
Sisi lain bila materi memberikan keuntungan yang tidak memadai, maka
berkaitan dengan metode apapun yang digunakan akan tidak diterima.
Bila dalam penyuluhan penyuluh
berkeinginan sasaran untuk sampai pada tingkat mengetahui maka dengan metode
ceramah, diskusi akan tercapai. Tetapi bila diharapkan sasaran sampai pada
tingkat terampil, maka dengan ceramah atau diskusi tidak akan tercapai
tujuannya. Sasaran akan terampil bila melakukan kegiatan nyata yaitu praktek.
Metode yang melakukan praktek harus didata kemudian atas dasar pertimbangan
yang lain baru ditetapkan.
Materi penyuluhan yang dipilih harus
sesuai dengan kebutuhan sasaran. Oleh karena itu, agar memenuhi kebutuhan
sasaran, materi penyuluhan yang dipilih harus mempunyai minimal sepuluh syarat
berikut:
1. Profitable, memberikan keuntungan yang nyata kepada sasaran.
2.Complementer, dapat mengisi kegiatan-kegiatan komplementer dari kegiatan
yang ada sekarang.
3.Compatibility, tidak boleh bertentangan dengan adat-istiadat dan
kebudayaan masyarakat sasaran.
4.
Simplicity, sederhana, mudah dilaksanakan, tidak memerlukan skill yang
terlalu tinggi.
5.
Availability, pengetahuannya, biaya, sarana yang diperlukan dapat
disediakan oleh sasaran.
6.
Immediate aplicability, dapat dimanfaatkan dan segera memberikan hasil
yang nyata.
7.
In expensiveness, tidak memerlukan ongkos tambahan yang terlalu besar.
8.
Law risk, tidak mempunyai risiko yang besar dalam penerapannya.
9.
Spectaculer impact, dampak dari penerapannya menarik dan menonjol.
10.
Expandible, dapat dilakukan dalam berbagai keadaan dan mudah diperluas
dalam kondisi yang berbeda-beda.
Inovasi yang selayaknya dianjurkan
kepada sasaran penyuluhan pertanian hendaknya
memenuhi dua golongan
persyaratan yaitu: 1) syarat
utama dan 2) syarat tambahan.
1. Syarat Utama
a)Ekonomis menguntungkan: Beberapa komponen pendukung aspek ekonomis yang
dinyatakan menguntungkan yaitu: 1) hasilnya cukup menonjol (spectacular
impact), 2) mengandung risiko yang rendah (low risk), misaInya tidak cepat
busuk, dan 3) hanya memerlukan ongkos tambahan yang kecil (in extensiveness).
b) Teknis memungkinkan: Secara
teknis inovasi yang dianjurkan hendaknya memberi peluang yang tinggi untuk
dilaksanakan. Beberapa komponen
pendukung aspek teknis yang memberi peluang tinggi untuk dilaksanakan, yaitu:
1) mudah dipraktikkan (expandable), 2) cepat dapat dimanfaatkan (immediate
applicability), dan 3) sederhana (simplecity) yaitu tidak rumit dan tidak
memerlukan skill yang tinggi.
c)
Sosiologis dapat dipertanggungjawabkan: Dipandang dari aspek sosiologis,
inovasi yang dianjurkan hendaknya tidak bertentangan dengan norma-norma budaya
yang hidup di masyarakat dan tidak bertentangan dengan akidah agama yang dianut
oleh sasaran penyuluhan pertanian.
2.
Syarat Tambahan
Terdapat dua syarat lain untuk
memenuhi kategori pesan yang baik, yaitu:
a)
Saling mengisi (complementer), yaitu mengisi atau menambah
kegiatan-kegiatan yang biasa dilaksanakan sehingga mengurangi
kelemahan-kelemahan yang ada;
b)
Tersedia (availability) yaitu teknologi tersebut masih dalam jangkauan
petani.
Informasi yang diperoleh masih harus
diuji terlebih dahulu minimal memenuhi hal-hal sebagai berikut:
1)
dapat dilaksanakan secara teknis ;
2)
memiliki kelayakan atau keuntungan secara ekonomi;
3)
dapat diterima oleh kondisi sosial atau adat-istiadat/agama/kepercayaan
setempat;
4)
tidak berpotensi merusak lingkungan sehingga mampu menciptakan better
living, better farming, better business, better community, dan better
environment.
Bahan atau materi penyuluhan yang
"siap pakai" adalah yang berasal dari:
1)
praktik kerja petani lain dalam wilayah setempat yang telah menunjukkan
hasil yang lebih baik secara teknis dan atau ekonomis;
2)
hasil demonstrasi atau pengujian lokal yang telah dilaksanakan di
wilayah setempat;
3)
praktik kerja usaha tani petani lain di wilayah lain yang mempunyai
kondisi teknis, dan sosial-ekonomi serupa.
Sehubungan dengan hasil pengujian yang
akan dipakai sebagai bahan atau materi penyuluhan, perlu diingat bahwa
pengujian tersebut adalah merupakan pengujian yang telah disesuaikan dengan
kondisi lokal (local verification trials).
Di samping itu, pengujian-pengujian tersebut harus benar-benar
dilaksanakan berdasarkan pertimbangan: tepat lokasi, tepat waktu, dan tepat
pengelolaannya. Selain dari hasil pengujian, saat ini materi penyuluhan
pertanian dapat diperoleh melalui berbagai sumber antara lain lembaga
penelitian dan pengembangan, internet, perguruan tinggi, TV/radio, koran, balai
penyuluhan pertanian, perpustakaan, ahli/pakar, petani, penyuluh, dan
dinas-dinas terkait.
Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2006
tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, materi penyuluhan
pertanian yang dibuat harus berdasarkan kebutuhan dan kepentingan pelaku utama
dan pelaku usaha pertanian lainnya dengan memperhatikan pemanfaatan dan pelestarian
sumber daya pertanian. Selain itu, materi penyuluhan pertanian yang berasal
dari berbagai sumber yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha
pertanian lainnya harus diverifikasi terlebih dahulu oleh instansi yang
berwenang di bidang penyuluhan pertanian.
Verifikasi materi penyuluhan pertanian tersebut dimaksudkan untuk
mencegah terjadinya kerugian sosial ekonomi, lingkungan hidup dan kesehatan
masyarakat. Materi penyuluhan pertanian
yang belum diverifikasi dilarang untuk disampaikan kepada petani dan pelaku
usaha pertanian lainnya. Materi penyuluhan yang bersifat teknologi tertentu
(misalnya teknologi rekayasa genetik, teknologi perbenihan, dan teknologi
pengendalian hama/penyakit), yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku
usaha harus mendapat rekomendasi dari
lembaga pemerintah (Pasal 28, UU SP3K).
Apabila penyuluh sengaja atau lalai
dan tidak mengindahkan hal di atas, sehingga menimbulkan kerusakan pada
lingkungan hidup atau menganggu kesehatan
dan ketentraman batin masyarakat, sampai menimbulkan kerugian ekonomi,
akan diberi sanksi berupa sanksi administratif atau sanksi pidana (Pasal 35 dan
36 UU SP3K).
PEMILIHAN
METODE PENYULUHAN PERTANIAN
1. Alasan Pemilihan
Kemampuan seseorang untuk
mempelajari sesuatu berbeda-beda, demikian juga tahap perkembangan mental,
keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda, sehingga perlu ditetapkan
suatu metode penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. Tahap
perkembangan mental seseorang dapat digolongkan dalam tahap penumbuhan
pertanian, tahap penumbuhan minat, tahap menilai, tahap mencoba dan tahap
menerapkan.
2. Tujuan Pemilihan
Meningkatkan efektifitas penyuluhan
pertanian dengan pemilihan metode yang tepat, sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi sasarannya.
3.Dasar-Dasar Pertimbangan Pemilihan
Pertimbangan yang digunakan dapat
digolongkan menjadi empat yaitu sasaran, sumberdaya, keadaan daerah, dan
kebijaksanaan pemerintah.
4. Sasaran
Yang harus diperhatikan penyuluh
dari segi sasaran antara lain:
a. Tingkat pengetahuan, ketrampilan dan
sikap sasaran
Tahap penerapan dari petani di suatu
daerah bermacam-macam, demikian juga kecepatan, keterampilan dan sikap yang
telah mereka miliki. Penyuluh harus mengetahui dalam tahap mana sebagian besar
dari sasaran itu berada. Setelah itu harus menghubungkannya dengan tujuan yang
akan dicapai. Hal ini penting untuk dapat menentukan metode mana yang paling tepat.
Sosial budaya
Penyuluh harus mengetahui adat
kebiasaan sasaran, norma-norma yang berlaku dan status kepemimpinan yang ada.
Hal ini penting bukan saja dalam pemilihan metode penyuluhan tetapi juga dalam
menentukan teknik-teknik penyuluhannya. Contoh: ada suatu daerah yang melarang
melakukan pemutaran film pada malam Jumat.
Banyaknya sasaran yang hendak dicapai
oleh seorang penyuluh pada suatu waktu tertentu akan menentukan metode penyuluhan
pertanian yang akan dicapai.
5. Sumberdaya Penyuluhan
Yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini antara lain:
Kemampuan penyuluh
Pengalaman dan kemampuan penyuluh yang
meliputi penguasaan ilmu dan keterampilan serta sikap yang dimilikinya perlu
dipertimbangkan.
Materi penyuluhan
Dalam menerapkan suatu metode
penyuluhan perlu diperhatikan materi yang akan disampaikan. Untuk yang bersifat
teknis biasanya dipilih metode yang memungkinkan adanya praktek di lapangan dan
untuk materi yang bersifat non teknis, misalnya agar petani mau berkelompok dan
mau memasarkan hasil usahanya, biasanya dipilih metode diskusi kelompok.
Sarana dan biaya penyuluhan
Keadaan peralatan alat-alat bantu
pengajaran yang dipunyai, fasilitas yang ada serta biaya yang tersedia akan
menentukan dalam pemilihan metode penyuluhan.
Contoh :
1)
Seandainya disuatu daerah belum ada listrik dan bahkan letaknya sukar
untuk dicapai, maka daerah tersebut sulit untuk diadakan penyuluhan melalui
pemutaran film walaupun biasanya cara ini bisa memberikan hasil yang efektif.
2)
Karena keterbatasan biaya maka penyuluh pertanian akan memilih metode
diskusi kelompok daripada kursus tani, yang pada pelaksanaannya akan membutuhkan
biaya yang relatif besar.
6. Keadaan Daerah
Dalam pemilihan metode penyuluhan para
penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan, antara
lain:
a.
Musim
Pada musim kemarau tiap daerah
berbeda-beda keadannya, ada yang panas sekali, ada yang tidak terlalu panas,
ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa, sebaliknya ada juga daerah yang
justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai
tempat usaha tani.
Apabila pada suatu keadaan tertentu tidak
memungkinkan untuk dilaksanakannya suatu proses produksi maka tentu tidak akan
diadakan penyuluhan di tempat usaha tani seperti demonstrasi, sehingga dalam
hal ini akan lebih memungkinkan untuk diadakan pertemuan di rumah petani.
b.
Keaadaan Usaha Tani
Musim sangat erat hubungannya dengan
kedaan usaha tani, maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi
pemilihan metode penyuluhan. Misalnya untuk mengintensifkan ternak unggas
disuatu daerah maka dipilih metode demonstrasi, sedangkan untuk tujuan
introduksi diterapkan metode karya wisata ke tempat lain.
c. Keadaan Lapangan
Keadaan lapangan seperti topografi,
jenis tanah, sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. Contoh:
untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya
akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha
taninya.
7. Kebijaksanaan Pemerintah
Kebijaksanaan pemerintah yang
berasal dari pusat atau daerah kadang-kadang menentukan dalam pemilihan metode
penyuluhan. Pendekatan intensifikasi secara massal dan crash program memerlukan
waktu yanmg relatif cepat daripada pendekatan perorangan yang pada dasarnya
akan membutuhkan waktu relatif lebih
lama.
8. Langkah-Langkah Pemilihan
1. Menghimpun dan Menganalisa data
a. Sasaran
1)
Golongan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah masing-masing
golongan dan keseluruhan.
2)
Adat kebiasaan, norma-norma dan pola kepemimpinan.
3)
Bentuk-bentuk usaha tani sasaran.
4)
Kesediaan mereka sebagai demonstrator dan jumlah petani maju.
b.
Penyuluh dan kelengkapannya
1)
Kemampuan penyuluh, jumlah penyuluh, pengetahuan dan keterampilan
penyuluh.
2)
Materi penyuluhan/pesan.
3)
Sarana dan prasarana penyuluhan.
4)
Biaya yang ada.
c. Keadaan daerah dan kebijaksanaan
pemerintah
1)
Musim/iklim.
2)
Keadaan lapangan (topografi), jenis tanah, sistem pengairan dan
pertanaman
3)
Perhubungan jalan, listrik dan telepon
4)
Kebijaksanaan pemerintah pusat, daerah dan setempat
Kegiatan selanjutnya adalah menetapkan
sasaran dengan menganalisa dari sebagaian besar data dasar tersebut. Apabila
tahap penerapan sasaran sudah disiapkan dalam rangka penyusunan programa maka
langkah berikutnya adalah mencoba menetapkan alternatif metode penyuluhan.
2 Menetapkan Alternatif Metode
Penyuluhan Pertanian
Pemilihan metode penyuluhan
pertanian secara umum adalah sebagai berikut:
a. Metode–metode dengan pendekatan massal
dipergunakan untuk menarik perhatian, menumbuhkan minat dan keinginan serta
memberikan informasi selanjutnya.
b.
Metode-metode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk
dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. Metode
tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ke
tahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan.
c. Metode-metode dengan pendekatan
perorangan, biasanya sangat berguna dalam tahap mencoba hingga menerapkan,
karena adanya hubungan tatap muka antara penyuluh dan sasaran yang lebih akrab.
Di sini perlu diperhatikan oleh penyuluh, bahwa metode pendekatan perorangan
itu dilakukan apabila sasaran sudah hampir sampai ke tahap mencoba dan bersedia
mencoba yang tentunya memerlukan bimbingan untuk memantapkan keputusannya.
d.
Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa
kerja penyuluh di suatu tempat. Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu
daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya. Dalam taraf
permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. Apabila
kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki, maka metode
penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan
kelompok atau massal.
3. Menetapkan Metode Penyuluhan
Pertanian
Setelah penyuluh pertanian menetapkan
alternatif metode penyuluhan, barulah ia pikirkan dengan matang-matang apakah
metode-metode itu dapat dilaksanakan dan cocok dengan lapangan dan sasaran
Bagi penyuluh pertanian yang sudah
lama atau sudah berpengalaman di daerah itu, tentu tahapan ini akan mudah
baginya dan langsung dapat memilih metode yang cocok. Dalam melaksanakan
demonstrasi misalnya ia harus menentukan lokasi demonstrasi dan siapa diantara
sasaran yang bersedia menjadi demonstratornya.
Dalam mencapai suatu tujuan perlu
dilaksanakan pemecahannya dengan kombinasi metode tertentu.
Pertimbangan-pertimbangan tentang musim, keadaan usaha tani, permasalahan di
lapangan, fasilitas, sasaran penyuluhan yang telah dikemukakan terdahulu,
sangat diperlukan dalam menetapkan kombinasi metode penyuluhan pertanian.
Pertimbangan-pertimbangan ini akan menghasilkan pemilihan satu atau lebih
metode penyuluhan. Apabila lebih dari satu metode penyuluhan yang tepilih, maka
pelaksanaannya dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Pengulangan
Misalnya kursus tani I diulangi dengan
kursus tani II dan seterusnya dengan materi berlanjut.
b.
Urutan
Misalnya kursus tani diikuti karyawisata,
perlombaan dan lain-lain.
c. Kombinasi
Misalnya pada waktu demonstrasi usahatani
sekaligus dilaksanakan lomba antar peserta, dan publikasi hasil.